REfleksi "Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology"
Konsep
sekolah berbasis SBI telah diterapkan di beberapa sekolah perkotaan Indonesia
dan telah berlangsung beberapa tahun. Akan tetapi suatu kebijakan tak kan lepas
dari pro-kontra dari masyarakat begitu juga dengan SBI tersebut. Ada yang
memandang SBI sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kompetisi sekolah dan
siswa, juga untuk mempersiapkan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara
lain. Di sisi lain banyak pula yang menilai SBI kurang efektif karena biaya
mahal sehingga tidak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan
menimbulkan kesenjangan sosial. Pada akhirnya SBI saat ini telah dihapuskan.
Pada karya diatas dapat diambil kesimpulan bahwa SBI sesungguhnya baik apabila
mampu mensinergikan unsur-unsur pokok SBI, manfaatnya akan dirasakan dalam
jangka waktu lama setelah Indonesia mungkin berganti generasi. Sebuah kebaikan
tentu ada tantangannya dan SBI telah menghadapinya yaitu tantangan budaya,
pruralisme, sudut pandang masyarakat dan ego. Menurut saya SBI atau bukan itu
sama saja karena jika guru benar-benar ikhlas dan berniat mengabdi untuk
Indonesia dengan menerapkan metode kreatif dan konsep yang baik pasti akan
mampu “melahirkan” siswa yang kualitasnya tak kalah dengan negara yang memiliki
kualitas pendidikan bermutu. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi dan pemahaman saya tentang SBI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar